Renungan Bagi Para aktivis Dakwah, Taujih Buat Kita Semua

Yg hadir di liqo adalah yg diundang dn  yg dipilih Allah  Liqo itu adalah jalan   dakwah rasul Karena Allah memilih hambaNya. Jadi yg hadir di liqo adalah orang yg dicintai Allah. Hanya yg paham bahwa jalan dakwah itu panjang utk membentuk kedewasaan itulah yg bertahan di jalan dakwah. Banyak yg usianya muda tapi jauh lebih dewasa dalam liqo.

Meniti jalan dakwah adalah investasi kebaikan. Perlu tulus. Bila tidak maka gugur di tengah jalan. Tapi ingin memberi segenap potensi. Tidak berharap apapun dari aktivitas ini kecuali dari Allah.  Kontribusi dalam liqo kita berikan dgn mengharap keberkahan dr Allah Bila ada amanah jangan minta dikurangi amanah itu….tapi mintalah agar punggung kita kuat memikul amanah itu.

Begitu di liqo….dari liqo kita bisa membaca dunia.Begitu juga dalam dunia kita….. aktivitas kita…… Bagaimana akhlak dan keimanan di sekeliling kita. Bagaimana jebakan setan dgn misi utamanya membuat manusia kufur nikmat. Wa laa tajidu aktsarohum syakirin. Kita akan beramal dari liqo. Menambah syukur kita pada Allah dgn amal itu.  Jadi bila kita tak bersama liqo maka akan bersama dgn yg lain.

Tidak beramal dgn liqo maka akan beramal dalam bentuk yg lain dan bersama yang lain. Bila ada kekecewaan dgn seseorang bahkan dgn murobbi bukan jadi alasan atau tidak menghalangi kita utk tidak liqo. Jangan sampai ada anggapan permasalahan kita seakan lebih besar dari masalah dakwah dalam berjamaah kita

Lihat masalah umat. Mulai dari bacaan sholat sampai aplikasi sholat. Dari teori ukhuwah sampai wujud aslinya di masyarakat. Semua masih jauh dari standar. Liqo ingin sedikit berkontribusi membenahi itu. Itulah yg dilakukan Rasulullah Kemudian menjadi system.

Untuk seluruh umatnya yg juga turut berinvestasi dalam liqo. Yaitu proyek dakwah umat. Mengajak kita baik. Keluarga baik. Kerjaan baik. Nafkah baik. Masyarakat baik. Negara baik. Rasulullah membuat liqo jadi investasi akhirat. Itulah system liqo. Maka muncul negara Madinah ketika itu.

Dakwah ini akan terus jalan dgn atau tidak dgn kita. Kita yg butuh dakwah bukan dakwah yg butuh kita. Perjalanan dakwah (memperbaiki diri dst) ini panjang  bahkan sampai akhir hayat. Dilanjutkan oleh keturunan kita. Maka perlu bersabar di jalan ini. Jangan sampai lepas. Harus disyukuri. Karena kita dipilih Allah.

Tidak semua bisa ada dalam liqo. Dan tidak semua eksis dalam liqo. Kita di liqo bersama tapi tak akan selamanya. Karena kita kembali dan berhadapan dgn Allah sendiri2. Sama juga kita dgn kehadiran dan kehebatan kita di keluarga. Kita akan ditinggalkan atau meninggalkan mereka. Kita pulang sendiri.

Dunia akan mewarnai yg lemah. Tapi kita bila kuat bisa mewarnai dunia. Maka kuatkan keimanan kita dgn berjamaah. Agar kuat dalam sendiri kita. Itulah yg dilakukan dakwah. Bermula dari liqo. Kita berjamaah bukan karena personal tapi karena Allah.

Semoga Allah senantiasa mencintai kita.

Wallahu a’lam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s