Pelayaran dan Bidadari

Semoga Allah menuntun lisan dan jemari saya untuk berada dalam kebenaran. Sebelumnya saya mohon izin untuk meluruskan dulu.

Saya orang awam. Jadi mohon izin sekali, ini saya ada di grup ini sama sekali tak ada maksud untuk menggurui. Hanya sudah tercatat di lauh mahfuzh Nya saat ini, saya di undang ke grup ini.

 

Kita saling share aja ya…

Mulai dari nol ya,,,

 

Level kemampuan kita tak sama.

Mungkin orang lain sudah berjalan lebih dulu

Mari kita coba untuk berlari

Berlari butuh pemanasan

 

Cara paling sederhana untuk memulai pemnasan adalah tilawah

Problemnya tak semua siap tilawah 1 juz

Jadi kalau yang belum siap, pakai sistem 3 menit off

 

Maksudnya:

Tilawah tiga menit atau satu halaman

Setelah itu istirahat. Boleh ganti status, ganti DP dll

 

Kalau saya?

Saya menyeruput kopi.

Nah, setelah itu lanjut lagi.

Minimal sejam sekali, mesti luangkan waktu 3 menit tsb

 

Karena goalnya adalah cinta quran

Hafal, itu adalah karunia dari Allah

Lalu ulang lagi

 

Tahun lalu diadakan perlombaan di sebuah grup WA

Hadiahnya sederhana

Sepaket herbal. Berisi madu di tangan kanan, tapi tidak dengan raun di tangan kiri

Dan serangkaian herbal lainnya yg sebetulnya mereka bisa beli sendiri

 

Yang mengikuti lomba tersebut adalah para member dari berbagai profesi. Ada buruh pabrik, ada  dokter umum, ada ibu rumah tangga, aa penyiar radio, mahasiswa, dll.

 

Lomba tersebut ada tiga.

Tilawah terbanyak

Ziyadah terbanyak

Murajaah terbanyak

 

Setiap peserta hanya boleh satu.

Nah, start up kami itu sama.

 

Dan yang luar biasa, memanas di kategori tilawah.

Sehari adayang setengah juz

 

Wah kuat nih…

Besoknya sehari sejuz

 

Wah, sanggup

Sehariua setengah juz

Akhirnya sehari 5 juz

 

Dan persaingan paling ketat muncul dari dokter umum dan seorang ibu.

Mereka sampai 10 juz sehari

 

Dan finalnya, ibu tersebut bisa 15 juz sehari

 

Dahsyatnya, beliau ketika ramadhan tiba bisa 30 juz sehari

 

 

Tahun ini digelar lagi, dengan orang-orang yang berbeda.

Dan yang menggungguli adalah seorang ibu muda yang sedang memiliki bayi yang sangat aktif.

 

Beliau dikategori murajaah.

Hafalan beliau tak banyak

Juz 1. itu pun hapalannya di talaqqi

Juz 30, menghafal bersama suaminya.

Dan surat-surat pilihan

 

Beliau sampai tembus 19x mengulang juz yang dia miliki dalam sehari

 

Beliau bertanya pada saya.

Kang, mulut aku kok pegel ya?

 

Saya tertawa…

Iya, memang seperti itu.

Sama kan kalau fitness juga, hari pertama pegel.

Lama-lama nggak.

Malah kalau sudah terbiasa olahraga, kalau gak olahraga sehari, badan jadi pegel…

Sama dengan interaksi al-quran

 

 

 

 

 

Pelayan dan Bidadari

Rasi Yugafiati, M.Pd

 

Ujian yang terhantar dalam perjalanan menghatamkan ziyadah 30 juz memang bermacam-macam, begitu berat dan kadang tak logis.

 

Insya Allah,  saya ceritakansatu persatu fenomena yang memang tampak di mata saya, semoga menjadi ibrah. Tak hanya sekedar berkata “ waaah, hebat ya.” tapi mari ambil bagian menjadi ahlullah, ahlul quran. Dengan mempersiapkan mental di atas rata-rata. Karena kekuatan sabar tanpa bats memang berasal dari Allah. Mintalah padaNya.

 

Sebutlah namanya Deni. Seorang lelaki berpostur tegap, piawai memetik di sela-sela waktu, dengan suara khas anak band yang membuat kaum hawa meleleh. Kemampuannya di bidang kuliner, membuatnya memiliki gelar chef yang sangat dibutuhkan di dunia pelayaran.

 

Bekerja di sebuah layar, mengunjungi berbagai negara, menikmati bertemu dengan berbagai ras, memahami berbagai budaya, tentu merupakan impian yang laik untuk diperjuangkan. Pasport dan segalanya telah siap…

 

Namun,,,

Takdir dari Allah begitu menghentak hatinya di pukulan pertama. Deni dinyatakan positif mengalami kerusakan pada paru-paru. Itu menyebabkan Deni harus didiskualifikasi meski kemampuannya di bidang kuliner cukup bisa diperhitungkan.

 

Fakta demikian mencabut semangat hidup Deni hingga ke akar-akarnya. Deni menghilang dari rumah, memperjalankan kakinya tak tentu arah. Orang tuanya yang begitu berkelimpahan harta demikian khawatir, adiknya terus menitikkan air mata. Kakaknya yang piawai memetik gitar, menjadi pemurung dan tak bisa ditemui.

 

Sedangkan sang akhwat sama sekali tak tahu bahwa namanya menjadi bua bibir.

“Mau, ustadz.” mata Deni berkilauan.

 

Ustadz terkekeh-kekeh. “ Khatamkan dulu ziyadah 30 juz, baru boleh meikah”.

Deni pun semakin fokus menghafal quran.

 

Subhanallah, kurang lebih satu setengah tahun Deni sudah khatam 30 juz.

 

Dan tangan-tangan Allah pun bekerja. Segala biaya pernikahan, sudah tersedia. Bahkan pasangan hafiz dan hafizah ini dititipi amanah untuk mengelola sebuah unit usaha, di samping menerima setoran hapalan. Setelah sembilan bulan pernikah, Allah menambah rezeki Deni, berupaya bayi lelaki tampan yang sejak di dalam kandungan terus-menerus dibacakan ayat-ayat quran.

 

Ketika deni mengecek lagi kondisi paru-parunya, ternyata tak ada penyakit apapun!

 

Bersih dan sehat.

 

Subhanallah, ternyata kadang takdir yang pahit sebetulnya merupakan skenario Allah agar hamba tambah dekat dengan Rabb nya.

 

Deni sudah merasakan lezatnya menikmati, malam-malam panjang ditemani lantunan kalamullah dengan suara yang merdu. Dunia pelayaran sudah tak lagi jadi impiannya karena hatinya sudah berlabuh pada akhwat hafizah bernama faridah, dan deni junior.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s